hidup dikota yang ramai dan tentram , sangatlah indah bagi semua orang , inilah kisahnya.
namaku Ray , aku tinggal disebuah kota yang indah , damai , dan tentram. aku dan sekarang kuliah disuatu universitas dikotaku , aku kuliah disana dengan teman seperjuanganku , Rizki , kami sudah sangat dekat dari kecil , bermain bersama dan satu sekolah dari SD , kami baru diuniversitas itu , dan baru masuk kami rasanya ada yang aneh , disana banyak geng , orang kampus terbagi-bagi , dan hanya beberapa saja orang islam disana. "Ray, nampaknya kita salah masuk universitas ! aku tidak suka seperti ini !" Rizki mengeluh , tapi menurutku ini sebuah tantangan baru , yasudah , kami berdua saja disana , selalu , hingga akhirnya bertemu seseorang yang tidak kami kenal. "hey boy , aku lihat kalian takut sama suasana ini ya !" orang tidak kami kenal itu menyapa , "hahaha, santai saja men , disini aku yang urus tenang aja" ternyata orang itu bernama Rauf :D
dan kami bertiga , sampai akhirnya sifat Rizki berubah , dia 2 bulan tidak masuk kampus , orang tuanya bingung dia kemana , aku dan rauf sebagai teman berusaha mencari , tapi tidak ada hasil. dikampus itu memang bukan kampus biasa , banyak orang bilang disitu tempat para berandal , ada juga yang bilang tempat orang cerdas dan pandai disana , tiba-tiba suatu kelompok geng mengepung kami. "hey , kau tak bosan berdua terus ?! aku saja yang tidak kenal kalian bosan lihat muka kalian itu !" nampaknya dia yang berkuasa digeng itu , anggotanya malah menertawakan kami , "call me VJ" lalu pergi , style berkelas , tapi itu memang tukang cari rusuh , dengan popularitas.
sudah 4 semester aku diuniversitas itu dan tampaknya tidak sedikit orang islam disana , dan kenalanku sudah semakin banyak , karena dikampus itu olahraga terpopulernya adalah Rugby , aku dan rauf terpaksa ikut olahraga itu , ternyata sedang ada seleksi pemain. "mungkin aku bisa pergi dari kampus ini dari Rugby !" sorak rauf , dia sudah lama dikampus ini , masalah biaya alasannya.
seleksi selesai ternyata dibagi menjadi dua tim. Merah dan Biru
Merah : aku, rauf, yusuf, bima, dimas, kevin, dan willy
Biru : VJ(sebutan), ricky, jack, johnny, carter, kim, dan jimmy
seleksi ini dilihat seluruh warga kampus, lapangan sekolah sangat ramai , semua sibuk melihat pertandingan.
pertandingan berlangsung seru , sampau suatu saat
DUAR DUAR DUAR !!
kebakaran !! gedung olahraga kebakaran !!!
semua berhamburan lari , tak tentu arah semua ramai , desak-desakan , dan terjadilah tawuran.
suasana ramai dan rusuh , tidak ada yang menenangkan , aku kabur kedekat tempat parkir disana lumayan sepi , ada aku, yusuf, bima, dimas, rauf, putri, yuni, lola, dan rini.
yang cewek semua ketakutan dan pucat, yang cowok berusaha menenangkan dan rusuh sudah mulai menyebar.
dan ada datang lagi , namanya tiara , dia yang paling ketakutan karena kerusuhan ini, karena dia anak yang pendiam, dan tidak pernah menemukan hal ini sebelumnya.
kami membuat rencana, mencari siapa dalang dari semua ini, tiba-tiba datang sang Big Boss, Frank.
"kalian pasti yang membuat kerusuhan ini dasar sialan !" frank langsung menyerang ketitik lemah, dia menyerang tiara. lalu yusuf menghadang, "jangan kau sakiti seorang wanita bodoh !" yusuf menyerang balik, mereka berkelahi , serang serangan sampai akhirnya frank meluncurkan uppercut tepat di ulu hati yusuf, yusuf kehabisan nafas , frank mengambil tiara dan pergi.
kota yang semula damai dan tentram menjadi rusuh dan rusak, kerugian sudah mencapai triluyan rupiah.
SIAPAKAH DALANG DARI KERUSUHAN INI ?!
itu adalah kata-kata berita di TV yang selalu membahas perkembangan kota yang makin hari makin mengerikan.
24 juli 2010
hari itu adalah hari yang paling mengenaskan yang pernah dirasakan masyarakat kota, walikota dibunuh oleh geng yang bernama BLACK SHADOWS.
setelah mendapat tulisan itu dari darah sang walikota, yusuf yang keadaannya sudah membaik , mengingat sesuatu.
ini dia ! dia menunjuk sebuah gedung yang sudah tidak terurus itu , "darimana kau tau , belum tentu benar !" rauf kurang percaya , "kau tidak percaya mari kita masuk !"
"hey tunggu !" seorang gadis berbaju kuning berjilbab datang menghampiri, dia aisyah , seorang reporter baru disebuah televisi swasta, "kalian sedang apa disini ?" aisyah bertanya. "emm...mmm....hmm... mauu..." yusuf gugup untuk berbicara, "kami nyari kawan sama dalang kerusuhan kota ini , sialan memang itu bajingan" rauf tampak emosi, "kalau boleh aku memba..." "silahkan , tidak apa-apa ^^" dengan semangat yusuf mengiyakan pertanyaan aisyah , "huuuh , dasar !" yuni tampak sedikit emosi karena tingkah yusuf, "yasudah, coba dicek dulu , kalian betekak pulak disini !" bima juga mulai marah.
kami sudah sampai dipintu depan gedung tak terurus itu , "benarkan kataku" yusuf berkata sambil melongo melihat tulisan ukir BLACK SHADOWS.
"kalian !" ada orang meneriaki dan berlari kearah kami , dan bukan satu orang , 35 orang mengepung !
tiba" lelaki bertato diwajahnya datang , "kalian para bocah gak usah urusin kerusuhan dikota ! gak penting itu ! itu urusanku dan gengku" "jadi kau yang membuat rusuh kota ? kurang ajar kau !" rauf meluncurkan tumbukan kearah wajah orang tadi , mereka berkelahi dan datang frank. "bodoh ! kenapa kau kelahi dengan orang tolol seperti dia ? dia itu cuma sok kuat saja" ujar frank , "mana tiara !" dimas langsung emosi melihat frank. "mati" frank menjawab.
dimas sangat emosi dan langsung menghajar frank. tapi dimas kalah , dimas langsung dipindahkan keruangan pengahabisan oleh edgar, yusuf juga akhirnya kalah dan dimasukkan keruangan yang sama, didalam ruangan itu ada yusuf, dimas, dan tiara.
kami pasrah dimasukkan keruangan eksekusi , dan alangkah kagetnya ternyata , Rizki !
oh tidak , ternyata dia , wajah bertato, matanya merah , "apa yang terjadi ki !" aku teriak , "itu bukan urusanmu , teman lama hahahha" dia tertawa meremehkan, akhirnya kami akan segera dieksekusi, dinama pertama, bima.
dia ketengah ruangan , Rizki menyiapkan amunisinya , tapi tak secepat pikiran si rauf, tangannya sudah lepas dari borgol dan melepaskan kami diam-diam.
kami sudah terlepas semua dan dimas langsung menghantam tubuh rizki dan mereka terjatuh, karena cuma rizki yang diruangan itu kami langsung mengikat dia walaupun aku gak tega. "ini yang pantas untukmu bodoh !" rauf mengejek rizki yang sudah terdiam.
suasana dikota semakin rusuh , gedung walikota sudah hancur , polisi sudah banyak menjadi korban, masyarakat tidak bisa berbuat apa-apa lagi, tim reporter yang satu tim dengan aisyah kebingung mencari aisyah karena semua rekaman ada ditangan aisyah, kami kabur keruang penghabisan, melihat 3 kawan kami yang sudah tak bisa apa-apa lagi, kini datanglah jhonny dan VJ
"kembali aku melihat kalian berdua disini" VJ menyindir , "apa mau kau ?" yuni yang membalas. "kau cewek sudah diam saja !" jhonny langsung naik darah, "kau hadapi aku" aku sudah terbakar emosi langsung menyerang VJ dan jhonny dibantu dengan bima , yang lain menyelamatkan dan perg dari tempat ini , "aku harus katakan BERAKHIR !" VJ berkata.
benar, gedung itu terbakar ! tak ada jalan keluar kecuali lompat dari jendela itu sebelum runtuh bangunannya.
VJ dan jhonny kabur lewat lift darurat, kami terjebak , "sudah kalian lompat, pasti selamat !" semua percaya sama rauf untuk kali ini, kecuali aku dan dia , "ayo uf kita selamatin rizki !" "masih juga kau kasihan sama dia ?! bodoh !"
aku langsung kabur keruang eksekusi sendiri , melihat rizki yang sudah pasrah, aku selamatkan rizki dan
bangunan itu runtuh.
temanku yang selamat melihat hanya rauf yang lari dari gedung itu karena sudah darurat , "sibodoh itu menyelamatkan temannya ! tapi gedung sudah runtuh, jangan-jangan..."
sepertinya aku sudah tidak ada didunia ini, hanya gelap. tapi kulihat dekat runtuhan itu, ada rizki dan api yang berkobar-kobar, kami selamat tapi dia sudah sekarat, aku segera angkat badannya lalu berlari keluar, kami dari dapur langsung
DUAR DUAR DUAR
gas meledak , kami terpental. "aku berduka" rauf menunduk. tiba-tiba gerimis, aisyah sudah merekam kejadian itu dan menulis kata-kata yang pas buat artikelnya yaitu BAYANGAN HITAM.
tapi aku rasa kami tidak mati, aku kembali mengangkat tubuh eki yang sudah sekarat keluar gedung yang sudah runtuh itu , kami berhasil !
VJ dan jhonny masih rusuh dikota, ntah naik apa mereka bisa secepat itu kekota, "hari terindah dimana kota ini hancur !" ujar VJ dibukit dekat kantor polisi, beberapa polisi menyamar melihat wajah kedua orang itu langsung membekuk VJ dan jhonny.
mereka tertangkap, kota sudah damai , tapi kerusakan masih sangat banyak. tapi sudah terkendali
artikel BAYANGAN HITAM itu diterima pemimpin redaksi , aisyah sudah menjadi reporter profesional, kami juga sudah menemui masa depan kami masing-masing.
kota kembali ramai , damai dan tentram :)
THE END

Tidak ada komentar:
Posting Komentar