Jumat, 29 Juli 2011

Orang Tuamu Merindukan Prestasimu

1. Orang tuamu tak mengharapkan balasan darimu tetapi dia merindukan prestasimu

Penjelasan: Saya yakin orang tua yang baik ingin memberikan sesuatu yang terbaik bagi anaknya.  Ia melakukannya bukan karena ingin mendapat balasan dari anaknya. Ia melakukannya semata-mata agar kehidupan anaknya jauh lebih baik dibandingkan dirinya. Ia melakukannya agar anaknya bisa menjadi orang yang lebih hebat dan terhormat dibandingkan dirinya.
Setiap orang tua merindukan anaknya berprestasi bukan karena ia ingin mendapat balas budi. Ia ingin meyakinkan bahwa ia tidak salah mendidik anaknya. Ia ingin bisa bercerita kepada orang lain tentang kehebatan anaknya. Ia ingin anaknya tidak menjadi beban dan sampah bagi masyarakat sekitarnya. Ia ingin ketika kelak ia meninggal, anaknya bisa memberikan kiriman pahala bagi dirinya setiap saat.
Saat saya bisa menorehkan prestasi kecil yakni menjadi nara sumber di salah satu stasiun televisi tahun 1998 orang tua saya membuat pengumuman melalui pengeras suara masjid. Saat saya bisa bersalaman dengan presiden Soeharto tahun 1997 dan pak Habibie tahun 1999 ia bercerita bangga kemana-kemana. Saat frekuensi memberikan seminar atau training saya begitu tinggi, ia bercerita kepada banyak orang, “Rumahnya Jamil itu pesawat dan hotel.”
Namun ketika mereka saya sediakan rumah agar berkenan tinggal dekat dengan saya, ia hanya berkata, “Bapak lebih senang tinggal di kampung, Mil. Bapak tidak mau merepotkan kamu. Melihat kamu senang bapak saja sudah senang. Bapak dan mamakmu cukup kirim doa setiap hari untuk kamu, tidak harus tinggal bersamamu.” Oh, sedihnya hatiku…


2. Kasih ibu sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah (peribahasa)

Penjelasan: Walau kita mengaku mencintai ibu kita, ketahuilah cinta kita tak seberapa bila dibandingkan dengan cinta ibu kita. Ia rela membawa kita kemanapun ia pergi selama sembilan bulan lebih. Ia rela bertaruh nyawa ketika melahirkan kita. Ia rela bangun malam melawan kantuk ketika mendengar tangisan kita saat masih bayi. Ia dengan setia menunggu dan merawat tatkala kita sakit. Ia berdoa setiap saat untuk kebahagiaan kita.
Apa yang sudah kita lakukan untuk ibu kita? Renungkanlah sejenak, pengorbanan apa yang sudah kita lakukan untuk orang yang sudah melahirkan kita? Jangan-jangan, kitapun sudah sering lupa mendoakannya.


sumber : http://www.jamilazzaini.com/orangtuamu-merindukan-prestasimu/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar